Relasi Remaja dan Dampak Media Digital dalam Perspektif Guru Sekolah Menengah
Main Article Content
Abstract
Remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang kompleks. Di era digital, relasi remaja semakin dipengaruhi oleh interaksi daring yang dapat memperkuat maupun melemahkan hubungan sosial mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif guru terhadap dinamika relasi remaja dalam konteks era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui seminar, Focus Group Discussion (FGD), serta evaluasi pre-test dan post-test terhadap guru kelas VIII di MTS At Taqwa 03 Babelan Bekasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permasalahan relasi remaja banyak bersumber dari lingkungan keluarga, terutama komunikasi yang tidak efektif, ketidakseimbangan kontrol dan kebebasan, serta pengaruh media sosial terhadap perilaku dan bahasa remaja. Guru juga mengidentifikasi adanya perilaku imitasi dari konten media sosial yang berdampak pada penggunaan bahasa kasar dan penurunan etika interaksi. Selain itu, relasi yang tidak sehat dalam keluarga berpotensi membentuk pola toxic relationship yang berdampak pada perilaku siswa di sekolah. Kesimpulannya, relasi yang sehat antara keluarga, sekolah, dan teman sebaya berperan sebagai sistem pendukung utama dalam perkembangan remaja di era digital. Sekolah perlu mengembangkan mekanisme skrining, edukasi digital, serta penguatan komunikasi orang tua untuk mencegah dampak negatif media sosial terhadap perkembangan psikososial remaja.