Representasi Perilaku Delinkuen Remaja dan Implikasi Psikologisnya: Studi Kasus Film 'Galaksi’
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perilaku delinkuen remaja dan implikasi psikologisnya dalam film ‘Galaksi’. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif-analitis, film ‘Galaksi’ dianalisis secara mendalam melalui observasi dan analisis isi kualitatif terhadap adegan, dialog, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara gamblang merepresentasikan berbagai bentuk perilaku delinkuen, didominasi oleh kekerasan fisik (perkelahian individu, pengeroyokan, tawuran massal), diikuti kekerasan psikologis/verbal (perundungan siber, intimidasi, penghinaan, provokasi media sosial, komentar negatif dari figur otoritas), dan satu adegan kekerasan seksual. Implikasi psikologis yang teridentifikasi meliputi peran konflik internal, kebutuhan psikologis tak terpenuhi, dinamika kelompok yang kuat (identitas geng, pembelajaran sosial agresi, konformitas), distorsi kognitif, serta dampak emosional pada pelaku dan korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ‘Galaksi’ menyajikan narasi yang kaya akan dinamika psikososial remaja terkait delinkuensi, namun juga mengundang diskusi kritis mengenai potensi romantisasi dan perlunya literasi media dalam menginterpretasi representasi tersebut.
Article Details
Section
Articles
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi perilaku delinkuen remaja dan implikasi psikologisnya dalam film ‘Galaksi’. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus deskriptif-analitis, film ‘Galaksi’ dianalisis secara mendalam melalui observasi dan analisis isi kualitatif terhadap adegan, dialog, dan narasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini secara gamblang merepresentasikan berbagai bentuk perilaku delinkuen, didominasi oleh kekerasan fisik (perkelahian individu, pengeroyokan, tawuran massal), diikuti kekerasan psikologis/verbal (perundungan siber, intimidasi, penghinaan, provokasi media sosial, komentar negatif dari figur otoritas), dan satu adegan kekerasan seksual. Implikasi psikologis yang teridentifikasi meliputi peran konflik internal, kebutuhan psikologis tak terpenuhi, dinamika kelompok yang kuat (identitas geng, pembelajaran sosial agresi, konformitas), distorsi kognitif, serta dampak emosional pada pelaku dan korban. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ‘Galaksi’ menyajikan narasi yang kaya akan dinamika psikososial remaja terkait delinkuensi, namun juga mengundang diskusi kritis mengenai potensi romantisasi dan perlunya literasi media dalam menginterpretasi representasi tersebut.